Orang Sumba, Kuasa Modal dan Rasisme yang Lahir dari Ketimpangan Sosial di Sumba Timur
Saya memahami situasi yang terjadi di Sumba Timur satu minggu terakhir ini, yang berkembang dan bergeser menjadi isu rasis. Di satu sisi, kita mengutuk keras segala bentuk rasisme yang diarahkan kepada orang-orang pekerja asal Sumba yang merantau dan kemudian digeneralisasi sebagai "pembuat onar" di tanah orang. Namun, di sisi lain, ketika video seorang gadis yang diduga mencuri di salah satu toko di Kawangu (info dari teman; anak tersebut mengidap kleptomania), mendapat perlakuan yang melukai nurani, dan disusul kasus kekerasan terhadap seorang pekerja perempuan di salah satu toko di Kambaniru yang viral sejak dini hari 16/12/2025, membuat persoalan ini perlahan berubah dari isu kemanusiaan menjadi isu rasial yang berbahaya. Kita mungkin berpikir bahwa rasisme ini hanya soal kata-kata kasar atau hinaan berbasis identitas. Namun, rasisme yang terjadi belakangan ini adalah cara berpikir yang menyederhanakan manusia menjadi label-label asal-usul, mulai suku, ras, p...